Aku adalah bayanganmu
Cerita ini
bermula di suatu pagi di pertengahan tahun tepatnya pada tanggal 21 april 2010, dimana hari itu adalah awal masuk untuk
melakukan pembelajaran di sekolah menengah ke atas.
Dan semua
siswa siswi di SMA tersebut langsung masuk di tiap kelas yang telah di tentukan
oleh guru, ketika semua sudah masuk bell pun berbunyi menandakan bahwa
pelajaran pertama telah di mulai. Semua siswa siswi yang berada dikelas pada
waktu itu canggung untuk melakukan perkenalan satu sama lain, semua hanya diam
melongok menunggu sampai guru yang mengajar kami datang, namun tak kunjung
datang bell ke dua telah berbunyi menanndakan bahwa jam pertama telah selesai
dan masuk untuk pelajaran yang ke dua. Akan tetapi, cerita ini bukan
mengisahkan guru guru yang tidak datang, apalagi tentang bell penanda hehehe
Ini kisah tentang perjalana cinta
seseorang. Dan bagaimna lazimnya sebuah perjalanan, selalu di sertai dengan
pertanyaan-pertanyaan.
Pagi itu, baru lepas 2 minggu MOS di
SMA. Sisa sisa Mos masih terasa hangat, meski topi jerami dan nama di kardus
yang di suruh bawah dari rumah sdah tidak ada lagi, tapi itu masih terasa.
Masa-masa
itu kami hanya berada di dalam kelas, taksatupun siswa maupun siswi yang mau
berkenalan, sampai terdengar bell ke tiga yang menandakan bahwa jam ke dua
telah selesai dan waktunya istirahat. Semua siswa maupun siswi mulai keluar
dari kelas menuju ke kantin, dan setelah berbelanja mereka membawa makanan
masuk ke dalam kelas untuk menyantap belajaannya, kemudian kamipun melihat satu
sama lain menyapa walaupun belum berkenalan. Dan kamipun berinisiatif untuk
melakukan perkenalan satu sama yang lain tapi belum dengan siswinya karena
masih malu wajarlah awal awal wanita selalu malu berkenalan dengan pria, Bell
pun berbunyi menandakan istirahat telah selesai dan masuk untuk pelajaran ke
empat. Setelah bell terakhir berbunyi kamipun bergegas untuk merapikan buku dan
pulang
Keesokan harinya kami semua makin
akrap dan lambat laun semua berkenalan dari wanita dan pria semua saling akrab
satu sama yanglain kecuali si gadis itu. Aku terkejut melihat seorang wanita
yang kelihatannya sangat berbeda dari wanita-wanita yang lain, tapi entah apa
yang membuat diriku tertarik kepadanya. Tiap hari aku memandanginya hanya dari
jauh, Hingga suatu waktu aku dan wanita itu duduk bersampingan untuk melakukan
kerja kelompok, aku sangat gugup berada di dekatnya tapi aku sangat ingin
mengetahui siapa namanya dan akupun memberanikan diriku untuk berkenalan
dengannya, “Hai ! Aku dias, kamu ? “ Si Wanita itu menjawa sapaanku “Hai juga,
aku lintang” jawab gadis itu sambil tersenyum, aku rasa hari ini adalah hari
istimewaku. Ujar ku dalam hati. Setelah pelajaran selesai aku menghampirinya
dan berkata “kau pulang dengan siapa?” gadis itu menjawab “aku dijemput sma
papah aku”,sambil memperlihatkan senyumannya yang has itu “Ohh aku kira kamu
sendirian oke deh kalau begitu. Aku deluan yah?”
Dan dari saat itu aku sering
bercerita mengenai kehidupan sehari harinya menanyakan apa yangia sukai, dan
makin lama makin akrap, aku mengajak lintang untuk pergi menikmati senja, aku
baru tahu klau gadis itu juga menyukai senja, dan dari situlah aku sering
mengajak lintang untuk menikmati senja bersama, aku sangat mencintai lintang
tapi aku belum bisa mengunggkapkan perasaanku, aku takut jika aku ditolak dan
lintang menjauhiku, hingga suatu ketika wanita itu di datangi oleh seorang laki
laki yang sangat di kenal oleh semua siswa yang ber ada di sekolah ini. Namanya Kendra dia adalah temanku saat SD bisa dikatan hendra adalah teman baikku, iya
sangat baik kepada semua orang itu yang membust indra mempunyai banyak teman.
Ketika indra masuk ke dalam kelasku iya melihat seseorang wanita yang membuat
pendangannya fokus ke satu arah, dia melihat lintang. Hendra pun datang
menemuiku”dias, kau di kelas ini rupanya” sambil duduk di atas meja,”hehhe iya
bro, kau di kelas berapa?”bertanya balik. “Aku di kelas a7 yang dekat ruangan
UKS”sambi menjelaskan” Ohh kau di situ” hendra kelihatannya sedang menatap
gadis itu, tiba tiba hendra bertanya kepadaku “Dias kau tahu siapa nama gadis itu
?” Aku pura pura tidak melihat wanita yang di maksud hendra. ”Yang mana sih?,
disitukan banyak cwe”kataku. “itu yang bangku paling ujung!” sambil menunjuk ke
arah lintang. “Ohh yang itu, Itu namanya lintang. Knapa emangnya ?, kau suka
dengan dia ?, sambil duduk kembali ke kursi. “aku daritadi liatin dia, dia kaya beda yah sama cwe cwe yang lain,
Sepertinya aku jatu cinta deh sama cwe itu, entah apa yang kurasakan saat itu ketika
hendra mengatakan kalau hendra jatu cinta dengan gadis itu, rasanya seperti
amburadur di dalam hatiku. Aku tidak tauh harus berbuat apa untuk menghalangi
hendra jatu cintah dengan gadis itu, tapi di sisi lain aku tidak bisa membuat temanku
yang satu ini kecewa, hendra sudah kuanggap saudaraku sendiri. aku juga
berfikir apa juga yang bisa kuperbuat aku hanya seorang laki lakai yang biasa
biasa saja sedangkan hendra mempunyai tampang yang gagah dan berkecukupan. Aku hanya bisa memandanginya cukup dari jauh.
Hingga suatu waktu aku mendengar kabar dari teman-teman kelas bahwa mereka
sudah jadian, entah kenapa secepat itu hendra bisa mendapatkan hati lintang,
aku hanya bisa merasakan sakit hati ini
sangat-sangat mendalam, rasanya seperti di sayat-sayat oleh pedang tajam berkali
kali. Tiap hari hendra selalu datang ke kelasku untuk melihat lintang, atau
mengajaknya ke kantin, mereka kelihatannya sangat mesra. Aku hanya bisa pasrah
ketika melihat mereka berdua sedang bermesraan.
Sekarang kami sudah mencapai kelas
dua SMA, dan sekaranag waktunya untuk pemilihan jurusan. Dan lagi lagi aku
kefikiran dengan gadis itu, aku belum bisa melupakannya. Dalam hatiku bertanya
Tanya”jurusan apa yang iya ambi?”,dengan hati yang sangat penasaran aku
berjalan menuju koridor kelas satu, aku melihat reva teman kelasku sedang sendiri, aku langsung
menghampirinya. “Hai ?, kamu kenapa sendiri?” reva balik dengan wajah terkejut “Ehhh kamu bikin kaget aku ajah, Aku lagi nungguin
lintang” Aku terkejut mendengar nama lintang lagi, “emangnya lintang kemana ?”
sambil menutupi keterkejutanku ,“lintang lagi urus pengambilan jurusannya di
kurikulum” Dengan hati yag penuh dengan pertanyaan, aku bertanya lagi “Emang
lintang ambil jurusan apa ?” dengan wajah heran, “lintang ambil jurusan ipa,
sama dengan jurusan indra, Ehh dias, serasi banget yah lintang dan henra ?”. Aku hanya bisa diam
ketika reva mengatakan itu, .”Woi di ajak ngomong malah ngayal”, dengan wajah
marah. “ Ehhh sory sory , ngomong apa tadi ?, sambil memperbaiki cara duduk “
ahhh ngak usah malas cerita sama kamu, di cuekin” sambil berdiri. “kamu mau
kemana ?.” aku mau ke kurikulum mau nyusul lintang”, berjalan meninggalkanku.
Sekarang aku hanya sendiri taka ada orang di koridor itu selain aku.
Entah jurusan apa yang harus aku ambil, aku bingung untuk
mengambil jurusan apa ?, apakah aku harus mengikuti jurusan yang gadis itu
ambil atau mengikuti kata hatiku. Dan dari kebimbangan itu entah kenapa aku di
kejutkan oleh kata kata yang entah dari mana asalnya muncul di dalam fikiranku
yang berkata ,“hidup ini masih panjang”. Aku masih belum mengerti dengan kata
kata itu, akupun pulang. Sesampainya di rumah, aku masih bertanya Tanya tentang
arti dari kata kata itu, apakah itu
artinya sekarang waktunya untuk mengalihkan perhatianku dari dia ?, tapi hati
ini belum bisa melepasnya dengan sepenuh hati, tapi di sisilain aku memang
harus melupakan keingginanku untuk mendapatkan hatinya, sekarang aku harus
belajar melupakannya dan aku harus yakin bisa terbiasa.
Aku mengambil jurusan IPS bukan karena aku mau memisahkan diriku
dengannya tapi karena aku memang suka dengan jurusan ini. Waktu waktu berlalu
begitu cepat, aku mengisi keharianku seperti biasa aku hanya tinngal di rumah
mengerjakan tugas dari guru, dan tiap sore aku selalu datang ke bukit yang
tidak terlalu jauh dari rumah untuk mengamati senja, aku rasa hanya senja yang
bisa membuatku tenang dari segala masalah yang ku dapat, dari senja aku bisa
merasakan kesenangan yang membuatku seperti hilang di telan oleh warna yang
bergradasinya, aku bisa melupakan gadis itu walaupun hanya sesaat dan setelah
itu muncul kembali. Aku tidak tahu bagaimana cara menghilangkan dirinya
secara permanen, setiap kaliku berusaha aku tetap saja masih teringat
tenttangnya. Disekolah, aku selalu saja melihatnya hanya dari kejauhan, inilah cara
satu satunya untuk mengobati perasaanku, walaupun hanya sedikit tapi itu sudah
lebih dari cukup.
Di akhir semester dua semua siswa yang ada di sekolah
berinisiatif untuk melakukan liburan bersama di suatu tempat rekreasi yang ada
di daerah bulukkumba, semua siswa di berikan selembar kertas yang berisi surat
izin ke orang tua agar bisa mengikuti acara ini. Entah kenapa hati ini kembali
bertanya Tanya, Apakah lintang juga ikut ke acara ini ? Atau tidak, selalu saja
perasaan ini tidak tenang ketika sedang penasaran. Aku mengambil keputusan
untuk menanyakan kepada temannya, aku menelfon reva untuk bertanya. “Hallo,
Reva ?”. memastikan. “iya halo, iya ini aku, tumben nelfon hehe, ada perlu apa
?” menyapa balik sambil bertanya. “Ohh ngak, cuman mau nanya, kamu pergi ke acara
yang di buat anak anak di sekolah?”hanya basa basi.”Iya aku pergi, kamu ?”
bertanya balik.”Iya aku juga pergi, bagaimana dengan lintang apa dia juga ikut?”,
sambil menghela nafas.”Tunggu deh, knapa tiap kali kita bertemu kamu selalu
bahas tentang lintang?, Kamu suka yah sama lintang ?, sambil ketawa, “bisa juga
aku suka sama dia, lagian lintang sudah punya pacar,”sambil mengeraskan suara. “
santai ajah dong, aku kan cuman main main”dengan nada tinggi. “kamu sih
nuduh aku yang ngak ngak. Ehh jawab dong
?” sedikit memaksa “iyah, lintang pergilah, kan doinya juga ikut” sambil
ketawa. “Ohh iyah klau begitu udah dulu yah”. Entah kenapa hati ini kembali
terasa sedih, tapi itu tidak ada masalah aku sudah trbiasa merasakannya, aku
cukup senang mendengar kabar klaua lintang juga pergi walaupun hendra juga
ikut, yang penting aku masih bisah melihatnya senang bersama hendra.
Pagi sudah tiba semua siswa yang inggin mengikuti acara ini
di anjurkan untuk datang ke sekolah, sekitar satujam lewat semua siswa telah
berkumpul, kami berangkat dengan
menggunakan bus, aku naik di bus ke dua bersama dengan teman teman kelasku saat
kelas satu dlu, tapi ada yang bertambah dari teman kelasku itu. Hendra ikut
dengan bus yang ku tumpangi juga, aku duduk di pojok palin belakang dan hendra
berada di sampingku bersama lintang. Kenapa mereka duduk di sebelahku?, apa
mereka sengaja ?, ucapku dalam hati. Aku memperhatikan mereka sangat begitu
mesrah sepanjang perjalanan. Sekitar 4 jam perjalanan kami sampai di tempat
tujuan, semua rombongan turun dari bus, kami melihat lihat sekeliling pantai
yang tidak jauh dari rumah yang di tempati, ketua angkatan kami berbicara
dengan menggunakan pengeras suara” Assalamualaikum.wr.wb. Teman teman selamat
datang di pantai bira, semoga kalian bisa menikmati liburan ini”, semua siswa
berseru senang, ada sebagian siswa yang langsung masuk ke penginapan , ada juga
yang sudah berada di air. Aku yang baru bangun, langsung masuk ke dalam penginapan,
aku melanjutkan tidurku. Jam menunjjukan arah ke angka 8, aku baru bangun dari
tidurku, kuperhatikan di sekeliling penginapan taka da satupun siswa yang
kutemui, akupun bergegas ke pantai untuk mencari anak anak yang lain, dari jauh
aku melihat banyak orang yang sedang mengelilingi api unggun, aku mendekati
keramaian itu, ternyata itu adalah teman temanku, aku ikut meramaikan pesta api
unggun itu, kurasa ada yang kurang dari pesta ini, aku tidak melihat pasangan
yang mesra itu ada disini. Sampai pesta api unggun itu selesai semua siswa
kembali kepenginapan, tapi aku aku belum ngantuk, aku berjalan menyusuri pantai
itu sendiri. Aku terkejut ketika melihat ada dua orang yang sedang duduk di pondok,
kelihatannya mereka sangat mesrah merangkul satu sama lain, aku mendengar canda
tawanya, kedengarannya suara mereka tidak asing. Tiba tiba dari arah suara itu
ada yang memanggilku, “Hey, dias” dengan suara keras. Aku langsung
mendekatinya, takjauh dari awalku melangkah aku meliaht ternyata itu hendra dan
lintang yang sedang berduaan. “hey ternyata kalian, aku kira tadi siapa hehe”
Sambil basa basi. “iyalah aku, kamu kira aku setan apa” sambil ketawa terbahak
bahak. Baru kali ini hatiku tidak sesakit kemari kemarin, mungkin sudah
terbiasa,”ehh herman, lintang, aku deluan yah” sambil pamitan, “mau kemana
kamu?, jalan kok sendiri”, ngeledekin. “maunyari angin, yang penting senang
ajah” sambil jalan meninggalkan mereka berdua. Sudah sangat jauh aku berjalan
dan sepanjang perjalananku hanya membayangkan bagaimana jika aku berada di
posisi hendra, aku tidak bisa membayangkan kesenanganku jika itu terjadi
kepadaku. Aku melihat jam yang terikat di tanganku menunjukkan pukul dua, aku
segerah kembali ke penginapan untuk tidur. Keesokan harinya aku mendengar
keributan yang sangat menganggu, aku keluar dari kamar untuk melihat apa yang
terjadi, ternyata anak anak yang sudah lebih dulu bangun menjaili anak anak
yang belum bangun, mereka menganggkat anak yang belum bangun dan membuangnya ke
laut, semuanya tumpah dengan tawa, akhirnya semua bangun dan bermain di pinggir
pantai. Jam mnunjukkan pukul sebelas semua siswa kembali ke penginapan untuk
makan siang sekalian mengemaskan barang barangnya untuk pulang kembali ke Makassar.
Sekarang kami sudah menduduki kelas tiga SMA dimana masa masa
ini akan berakhir dan aku masih teteap menjadi bayangan si gadis itu, akhir
akhir ini aku sering melihat mereka bertengkar entah masalah apa yang iya
permasalahkan, aku tidak berhak untuk mengetahui permasalahannya, hngga suatu
ketika mereka mengakhiri hubungannya. Jelang waktu menuju perpisahan sekolah
aku memutuskan berkata jujur kepada lintang tapi tidak untuk memilikinya,
paling tidak aku sudah mengatakan apa yang kupendam selama tiga tahun ini. Kuajak
lintang ke suatu tempat, ku tuangkan segala keresahanku selama ini, setelah
kukatakan lintang mengeluarkan air mata dan mengatakan “Kenapa kau tidak
mengunggkapkan perasaanmu sejak dulu ?, jujur aku juga sebenarnya menunggumu
mengatakan itu” sambil mengusap perasaanya. “aku tidak bisa mengunggkapkan
perasaanku saat itu karena hendra lebih deluan mengatakan kalau hendra
menyukaimu, Sekarang lupakanlah permasalahan ini biarkan aku tetap menjadi
bayanganmu dan kamu perbaikilah
hubunganmu dengan hendra.
